JAKARTA: Transjakarta bersiap memperluas bisnisnya dari angkutan darat ke transportasi laut hingga udara melalui perubahan status menjadi perseroan daerah (Perseroda). Langkah awal ekspansi akan menyasar layanan laut ke Kepulauan Seribu yang ditargetkan mulai dikelola Transjakarta pada Juni 2027.
Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum PT Transportasi Jakarta menjadi PT Transportasi Jakarta (Perseroda) yang dibahas dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/10).
Melalui perubahan itu, ruang lingkup usaha Transjakarta akan diperluas sehingga perusahaan dapat menjalankan angkutan perairan dan udara, termasuk menyediakan serta mengelola sarana dan prasarana transportasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perluasan tersebut diperlukan untuk mendukung layanan transportasi yang lebih terintegrasi di Jakarta.
Untuk transportasi laut, salah satu layanan yang disiapkan adalah rute menuju Kepulauan Seribu. Anggaran layanan transportasi ke wilayah kepulauan yang selama ini dikelola melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta nantinya akan dialihkan kepada Transjakarta.
Pramono berharap pengalihan tersebut dapat membuat pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu lebih profesional.
Pemprov DKI telah mengidentifikasi sejumlah pulau yang akan menjadi terminal utama layanan tersebut, antara lain Pulau Tidung, Pulau Pari dan Pulau Pramuka.
“Fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu. Dan di Pulau Seribu kan kita sudah tahu beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama, sebagai contohlah Pulau Tidung, Pulau Pari, dan sebagainya, Pulau Pramuka,” ujar Pramono dikutip Kompas.com akhir pekan lalu.
Persiapan layanan masih mencakup penghitungan kebutuhan fasilitas, penambahan modal hingga penyusunan skema tarif.
Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan transisi penugasan pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun. Layanan tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2027.
Pada tahap awal, Transjakarta akan mengoptimalkan aset milik Dishub DKI Jakarta, termasuk kapal, dermaga dan fasilitas pelabuhan. Sistem ticketing dan teknologi layanan juga akan dibenahi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Untuk pengembangan jangka panjang, Transjakarta mempertimbangkan skema hub and spoke. Dalam skema tersebut, kapal berkapasitas besar akan melayani rute utama dari Jakarta menuju pulau tertentu sebelum perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal pengumpan ke pulau-pulau lainnya.
Pengembangan layanan laut juga tidak hanya diarahkan untuk mobilitas penumpang. Menurut Welfizon, Transjakarta mempertimbangkan layanan untuk mendukung sektor logistik dan pariwisata.

Leave a Reply