loading…

Zaid bin Haritsah merupakan sahabat Nabi SAW yang sangat dekat, bahkan pernah menjadi anak angkat beliau sebelum Islam mengatur kembali ketentuan mengenai nasab dan pengangkatan anak. Foto ilustrasi/ist

Kisah Zaid bin Haritsah menjadi salah satu teladan tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan dalam sejarah Islam. Ia merupakan sahabat Nabi Muhammad yang sangat dekat dengan Rasulullah, bahkan pernah menjadi anak angkat beliau sebelum Islam mengatur kembali ketentuan mengenai nasab dan pengangkatan anak.

Zaid bin Haritsah dikenal sebagai sosok pemberani yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Rasulullah. Kesetiaannya kepada Nabi tidak hanya ditunjukkan melalui kedekatan pribadi, tetapi juga lewat pengabdiannya dalam perjuangan menegakkan Islam.

Terpisah dari Keluarga Jadi Anak Angkat

Zaid bin Haritsah mengalami perjalanan hidup yang penuh ujian sejak kecil. Ia pernah terpisah dari keluarganya dan kemudian dibawa ke pasar untuk diperjualbelikan sebagai budak. Dalam perjalanan takdirnya, Zaid akhirnya berada di tangan Khadijah binti Khuwailid, yang kemudian memberikannya kepada Nabi Muhammad sebelum beliau diangkat menjadi rasul.

Rasulullah kemudian memerdekakan Zaid dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Hubungan keduanya semakin dekat hingga Zaid dikenal sebagai anak angkat Nabi Muhammad.

Baca juga: Anak Angkat Bisa Menjadi Mahram? Ini 3 Sebab dalam Islam

Kedekatan tersebut membuat Zaid memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan Rasulullah. Ia tumbuh menjadi sosok yang setia, berani, dan dipercaya untuk menjalankan berbagai tugas penting.

Namun, kedudukan Zaid sebagai anak angkat tidak mengubah nasabnya. Islam kemudian menegaskan bahwa anak angkat tetap harus dinisbatkan kepada ayah kandungnya. Ketentuan ini dijelaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Ahzab ayat 5.

Allah SWT berfirman:

يُدْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ

Artinya: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah.” (QS Al-Ahzab: 5).

Ayat tersebut menegaskan bahwa Islam tetap mengajarkan kasih sayang terhadap anak angkat, sekaligus menjaga kejelasan nasab dan hubungan keluarga.

Sahabat yang Dipercaya Memimpin Pasukan

Seiring bertambahnya usia, Zaid bin Haritsah menjadi salah satu sahabat yang dipercaya oleh Rasulullah. Ia terlibat dalam berbagai perjuangan umat Islam dan dikenal memiliki keberanian serta kemampuan memimpin.

Salah satu peristiwa penting dalam kehidupannya adalah Perang Mu’tah pada tahun 8 Hijriah. Dalam pertempuran tersebut, Rasulullah menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima pasukan Muslim.

Zaid memimpin pasukan menghadapi kekuatan lawan yang jauh lebih besar. Ia tetap menjalankan tugasnya meskipun harus menghadapi risiko besar di medan perang.



–