loading…

Kaum wanita tidak luput dari peringatan untuk menjaga lisannya agar tidak terjerumus dalam dosa, seperti mengadu domba, melaknat, mencela, maupun mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain. Foto ilustrasi/ist

Lisan merupakan salah satu anggota tubuh yang harus dijaga oleh setiap Muslim. Sebab, ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat menjadi pahala, tetapi juga bisa menjadi dosa yang mendatangkan keburukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang mengucapkan sebuah kalimat tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, Islam memberikan peringatan keras agar umatnya berhati-hati dalam berbicara.

Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Kaum wanita pun tidak luput dari peringatan untuk menjaga lisan nya agar tidak terjerumus dalam dosa, seperti mengadu domba, melaknat, mencela, maupun mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat.” (HR Muslim).

Baca juga: Bukan Sekadar Fenomena Alam, Ini 6 Ayat Al-Qur’an yang Menjelaskan tentang Hujan

Hadis tersebut menunjukkan betapa berbahayanya ucapan yang keluar tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Bahkan, Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Betapa sering hadis ini mengurungkanku untuk berbicara.”

Pesannya jelas, seorang Muslim hendaknya tidak mudah berbicara sebelum mempertimbangkan apakah perkataannya membawa manfaat atau justru menimbulkan mudarat.

Rasulullah juga bersabda dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Para ulama menjelaskan, perintah untuk berkata baik bukan sekadar berkaitan dengan benar atau tidaknya sebuah ucapan. Seseorang juga perlu memperhatikan tujuan dan dampak dari perkataannya.



–