BOGOR: Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Jawa Barat, belum sepenuhnya padam setelah berlangsung sekitar 16 jam. Sejumlah titik api masih terpantau pada Selasa (8/9) pagi, sementara TPA ditutup sementara selama satu hari untuk mempercepat proses pemadaman.

“Status masih dalam penanganan. Cuma tinggal beberapa titik,” kata Dansek Leuwiliang Damkar Kabupaten Bogor Mulyana, Selasa (8/9).

Kebakaran bermula dari lahan kosong pada Senin (7/9) sebelum api merambat ke kawasan TPA Galuga di Cibungbulang.

Belum diketahui secara pasti berapa luas lahan yang terdampak. Pemkab Bogor masih melakukan pemetaan untuk menghitung area yang terbakar.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan sebagian api telah mencapai bibir area TPA yang masih aktif digunakan sebagai tempat pembuangan sampah Kota dan Kabupaten Bogor.

“Luas area yang terbakar sedang kita hitung bersama-sama. Jadi masuk ke bibir TPA Galuga yang masih aktif tempat pembuangan sampah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, tepatnya tadi saya sampaikan di area lahan ladang yang ada,” jelas Rudy.

Pemkab bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menerbangkan drone untuk membantu mengukur luas kawasan terdampak.

“Dan sekarang di UPT DLH hasil kita menerbangkan drone tadi kita akan pastikan luasan lahan yang terbakar berapa,” tambah politisi Partai Gerindra itu.

Pemkab Bogor memutuskan menutup TPA Galuga selama satu hari pada Selasa agar akses menuju kawasan tersebut dapat diprioritaskan untuk operasi pemadaman.

“Kami meminta waktu satu hari kepada Pemerintah Kota Bogor dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk pelayanan TPA Galuga hari ini di tanggal 8 September 2026 kami tutup selama satu hari,” kata Rudy.

Penutupan diperlukan karena akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala petugas. Jalan menuju TPA akan difokuskan untuk kendaraan pemadam dan distribusi air agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

“Supaya seluruh akses jalan yang menuju TPA Galuga betul-betul kita optimalisasi untuk distribusi air, untuk akses tim pemadam kebakaran supaya penanganan kebakaran tidak berlarut-larut. Mudah-mudahan di hari ini bisa kita tuntaskan bersama-sama,” ucapnya.

Selain pemadaman dari darat, Pemkab Bogor menyiapkan dukungan TNI Angkatan Udara untuk melakukan penyiraman dari udara.

Operasi water bombing dijadwalkan menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja dan Grup 2 Skuadron Heli Atang Sanjaya.

Penyebab kebakaran hingga kini juga belum dapat dipastikan. Rudy mengatakan petugas masih memprioritaskan pemadaman agar api tidak meluas.

“Penyebabnya belum bisa kita simpulkan malam hari ini. Kita masih berfokus kepada pemadaman api supaya tidak menjalar lebih jauh lagi,” terangnya.

Bupati berusia 41 tahun itu turut mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.



Source link