Setiap kegiatan amal yang dilakukan Harry dan Meghan juga akan dijalankan dalam kapasitas pribadi, sementara keputusan mengenai pengamanan operasional menjadi kewenangan lembaga kepolisian terkait, menurut surat tersebut.
Surat itu dikirim oleh Lord Chamberlain, pejabat paling senior dalam rumah tangga kerajaan, kepada sejumlah pejabat senior di pemerintahan dan militer, serta para lord lieutenant yang bertugas sebagai perwakilan pribadi Raja Charles di berbagai wilayah Inggris.
“Untuk membantu menghindari keraguan atau kebingungan, Raja memerintahkan agar informasi ini dibagikan,” demikian isi surat tersebut.
Meski komunikasi tersebut pada dasarnya hanya menegaskan bahwa status Harry dan Meghan tak berubah, keputusan untuk mengirim surat itu sekaligus mempublikasikannya adanya kekhawatiran di kalangan sejumlah pengamat kerajaan bahwa status pasangan tersebut dapat membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pusat kerajaan tandingan yang berpotensi bersaing dengan anggota keluarga kerajaan yang masih menjalankan tugas resmi.
Persoalan keamanan menjadi isu yang sangat sensitif, terutama karena Harry menjalani perselisihan panjang dengan pemerintah Inggris demi mendapatkan kembali perlindungan polisi yang didanai publik.
Fasilitas keamanan tersebut sebelumnya dihentikan setelah Harry dan Meghan melepaskan peran mereka sebagai anggota senior keluarga kerajaan.
Keputusan mengenai apakah perlindungan polisi selama 24 jam untuk pasangan tersebut akan diterapkan kini berada di tangan panel pemerintah yang dikenal sebagai RAVEC, atau Royal and VIP Executive Committee.
“Setiap pertanyaan khusus dari organisasi resmi dan lembaga negara mengenai bentuk penghormatan yang seharusnya diberikan kepada Duke dan Duchess, terutama dalam situasi yang mungkin memerlukan penggunaan dana publik, harus disampaikan kepada Istana Buckingham,” kata Lord Chamberlain dalam suratnya.

Leave a Reply