loading…

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Sujahri Somar. Foto: Istimewa

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanganan bencana alam, hingga desa-desa yang belum menikmati listrik dan internet. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar yang di antaranya merespons kecelakaan beruntun tiga mobil di Jalan Gubernur Syarkawi, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (11/10/2026) pagi.

Kecelakaan itu diduga dipicu kabut asap karhutla dan videonya viral di media sosial. “Asap dari hutan kita sudah merenggut nyawa. Ini bukan lagi soal cuaca, ini soal tata kelola,” kata Sujahri dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/10/2026).

Dia menyebut, berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, luas lahan terbakar Januari–Juli 2026 mencapai 202.004 hektare. Pada 2 Oktober 2026 masih terdeteksi 1.271 titik panas secara nasional.

Baca juga: Prabowo Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan untuk Percepat Penanganan Karhutla

Dari sisi penegakan hukum, per 30 September 2026 Polri telah menetapkan 196 tersangka perorangan, 4 tersangka korporasi. Sedangkan 95 korporasi sudah masuk tahap penyelidikan dan penyidikan per 16 September 2026.



–