loading…

Rumor kematian Kim Jong-un diprediksi picu perang sipil. Foto/X/@BRICSinfo

PYONGYANG – Rumor mengenai kematian Kim Jong-un menyebar luas di media sosial, memicu spekulasi tentang potensi krisis suksesi di salah satu negara paling tertutup di dunia tersebut.

Namun, terlepas dari klaim-klaim yang kian dramatis—termasuk kabar mengenai perawatan medis darurat di China hingga pengerahan ribuan tentara—tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan bahwa pemimpin Korea Utara tersebut telah meninggal dunia.

Spekulasi ini semakin menguat selama akhir pekan setelah Wanjun Xie, ketua Partai Demokrasi China, menyatakan melalui platform X bahwa Kim mengalami pendarahan otak hebat dan jatuh koma.

“Meskipun tim ahli medis dari Rumah Sakit Peking Union Medical College telah dikirim ke Korea Utara untuk membantu perawatannya,” tulis Xie, dilansir London Loves Business. Dia mengeklaim bahwa Kim kemudian dipindahkan ke Beijing untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

“Akan tetapi, karena parahnya kondisi beliau dan karena waktu emas untuk penanganan medis telah terlewati, Kim Jong-un akhirnya meninggal dunia,” tambahnya, seraya menduga bahwa jenazah Kim telah dipulangkan secara diam-diam ke Korea Utara.



–