Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu ribuan komentar, mulai dari dukungan hingga komentar bernada merendahkan.

Perhatian publik semakin besar setelah sejumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis diduga turut memberikan komentar yang dinilai tidak berempati terhadap kondisi pasien.

Kabar terbaru kemudian menyebutkan Yurizal telah meninggal dunia.

KKI SELIDIKI 10 TENAGA KESEHATAN

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menyatakan sedikitnya 10 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diduga memberikan komentar tidak berempati kini tengah menjalani investigasi.

Sekretaris KKI menyebut mereka berasal dari berbagai profesi, terdiri atas tiga dokter, seorang dokter gigi, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

KKI juga telah mengidentifikasi tempat mereka bekerja. Di antara mereka terdapat aparatur sipil negara (ASN), peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dokter umum, hingga tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan swasta.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo menilai kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi dunia kesehatan.

Menurut Rio, pemerintah perlu membentuk tim investigasi independen untuk mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

“Apabila ditemukan dugaan malapraktik atau malaadministrasi yang menyebabkan pasien meninggal dunia, maka tidak cukup hanya diberikan sanksi administratif,” katanya.



Source link