HANOI: Komisi Persaingan Usaha Vietnam pada Kamis (5/11) menyatakan bahwa perusahaan layanan transportasi daring Grab sepakat memangkas sejumlah biaya yang dikenakan kepada penumpang dan pengemudi, serta memberikan kompensasi kepada pengemudi yang terkena potongan berlebihan.

Pengumuman ini menyusul pemeriksaan awal oleh otoritas tersebut atas keluhan pengemudi pada akhir Agustus hingga pertengahan September terkait penurunan tarif perjalanan, komisi, dan potongan lain yang menurut mereka menggerus pendapatan.

Grab mengusulkan enam langkah, termasuk menurunkan sedikit biaya penggunaan aplikasi bagi pengemudi dan membatasi total biaya yang dipungut perusahaan hingga maksimal 32 persen dari jumlah yang dibayar penumpang.

Perusahaan juga akan mengembalikan sekitar 3,9 miliar dong (Rp2,7 miliar) kepada pengemudi setelah menemukan bahwa sekitar 0,13 persen perjalanan sejak 2024 dikenai potongan lebih dari 35 persen, antara lain, akibat kesalahan algoritma atau fluktuasi permintaan dan penawaran, menurut komisi tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah para pengemudi Grab pada September mengajak rekan-rekan mereka melalui media sosial untuk memboikot aplikasi selama dua hari sebagai protes atas penurunan pendapatan serta kebijakan tarif dan komisi yang tidak transparan.

Grab berencana mengalokasikan sekitar 912 miliar dong (Rp645 juta) untuk insentif pengemudi dan bantuan biaya operasional, serta 1,8 triliun dong (Rp 1,2 miliar) untuk promosi bagi penumpang pada kuartal keempat, menurut otoritas tersebut.

Otoritas itu menyatakan akan terus mengawasi pelaksanaan langkah-langkah tersebut dan dapat mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.



Source link