Pramono mengaku perlu berhati-hati sebelum menentukan kebijakan. Terlebih, ia sendiri merupakan pengguna sepeda sehingga tidak ingin preferensi pribadinya memengaruhi keputusan sebagai gubernur.

Meski memiliki hobi bersepeda, Pramono menegaskan keputusan mengenai jalur sepeda akan didasarkan pada pertimbangan kebijakan dan berbagai masukan yang diterima Pemprov DKI.

“Sehingga dalam keputusan ini saya juga harus hati-hati. Hati-hatinya kenapa? supaya tidak terkesan bahwa karena saya hobi bersepeda, enggak mau menggunakan jalur itu, karena memang saya bersepeda memang menggunakan road bike, dan itu biasanya hari libur atau hari Sabtu pagi. Di luar itu saya sekarang udah enggak pernah sepedaan lagi. Jadi akan saya putuskan kemudian mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta Pemprov DKI tidak menghapus jalur sepeda.

Menurut MTZ, jalur tersebut masih diperlukan sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

Keberadaan jalur khusus juga dinilai dapat mendorong masyarakat menggunakan sepeda sebagai moda transportasi sekaligus mendukung gaya hidup sehat.

MTZ menilai sepeda memiliki peran dalam sistem transportasi perkotaan karena tidak menghasilkan emisi serta memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.



Source link