Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.
“Total luas terbakar sejak Januari 2026 658,29 hektare,” kata Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Senin (24/8).
Dari keseluruhan wilayah terdampak, kebakaran terluas tercatat di Kabupaten Muaro Jambi dengan luas mencapai 264,78 hektare.
Ribuan titik panas atau hotspot juga terpantau tersebar di sejumlah wilayah.
Dampak kabut asap mulai dirasakan masyarakat. Aroma asap yang pekat mengganggu aktivitas, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi telah berada dalam kategori tidak sehat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kabut asap yang mencapai Kota Jambi dan wilayah timur provinsi tersebut tidak seluruhnya berasal dari kebakaran lokal.
Sebagian asap merupakan kiriman dari Sumatera Selatan dan Lampung, sementara karhutla juga masih terjadi di wilayah Jambi sendiri.
Jambi termasuk dalam enam provinsi yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai prioritas penanganan karhutla bersama Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk patroli, operasi modifikasi cuaca, serta pemadaman menggunakan helikopter untuk melakukan water bombing.
Presiden Prabowo Subianto juga tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8) untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan operasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Leave a Reply