“Aku memang selalu kesulitan dengan kesehatan mental dan segala hal yang berkaitan dengan itu,” ungkap Skiendiel dalam wawancara dengan People.

“Tapi menurutku, salah satu hal yang benar-benar membantuku adalah orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama para member,” ungkap perempuan berusia 20 tahun itu.

Skiendiel juga menceritakan bagaimana dirinya merasa sangat didukung oleh para member Katseye.

“Aku orang yang sangat terbuka dan supel, tapi di saat yang sama, beberapa orang mungkin menganggap itu berlebihan. Tapi para member tidak pernah membuatku merasa seperti aku terlalu berlebihan.”

“Jadi menurutku, hal terbaik yang benar-benar membantuku adalah berada di sekeliling orang-orang yang tepat,” tuturnya.

“Itu adalah rasa insecure terbesarku, ketika orang-orang menghakimiku atau apa pun itu. Tapi, ya, menurutku aku benar-benar sudah belajar bagaimana caranya berada di sekeliling orang-orang yang tepat, orang-orang yang mendukungku dan mendorongku untuk menunjukkan sisi diriku itu,” tuturnya melanjutkan.

Mengenai manfaat menjalani sesi terapi secara rutin, Skiendiel mengungkapkan, “Rasanya sangat menyenangkan bisa membicarakan perasaan daripada memendam semuanya sendiri. Menurutku, itu hal terbesar yang aku pelajari.”

Skiendiel sebelumnya juga sempat jeda sejenak dari aktivitas grup pada 2024. Pengalaman tersebut membuatnya bisa memahami ketika salah satu rekan satu grupnya merasa sudah waktunya untuk beristirahat.

Berbicara dalam dokumenter Katseye, Wild Hearts, yang dirilis pekan lalu, ia menjelaskan, “Kalau untukku, saat aku hiatus, aku mengalami cedera punggung, dan jelas rasanya berat melihat semua yang dilakukan para member sementara aku sendiri tidak bisa berada di sana bersama mereka.”

Membahas hiatus Bannerman, Laforteza mengatakan dalam dokumenter tersebut, “Ketika Manon hiatus, tentu rasanya sedih. Manon punya kemampuan untuk terhubung dengan orang lain pada level yang luar biasa.”



Source link