Patrick Stewart, aktor teater Shakespeare asal Inggris yang menjadi bintang besar Hollywood lewat perannya dalam waralaba Star Trek dan X-Men, meninggal dunia di kediamannya di Los Angeles pada usia 86.
Stewart meninggal pada Rabu (28/10) setelah menjalani “perjuangan singkat namun penuh makna” melawan penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body, menurut pernyataan resmi di akun media sosialnya.
“Suaranya yang berwibawa dan bakatnya yang luar biasa akan selalu dikenang lewat berbagai penampilan tak terlupakan di segala genre,” bunyi pernyataan tersebut seperti dilaporkan AFP.
Aktor asal Yorkshire, Inggris utara, itu mengawali kariernya di panggung teater Inggris bersama Royal Shakespeare Company dan National Theatre di London, serta tampil di televisi Inggris.
Namun, namanya melejit dan menjadi bagian dari sejarah budaya populer lewat perannya sebagai Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation dan Profesor Charles Xavier dalam sejumlah film X-Men serta film Marvel lainnya.
“Ia mengeksplorasi sisi kemanusiaan dengan segala kompleksitas puitisnya dan menghadirkan harapan, bukan hanya hingga ke pelosok Marvel Cinematic Universe, tetapi juga ke garis depan paling ikonis dalam fiksi ilmiah, di atas pesawat luar angkasa Enterprise,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
DI ATAS ENTERPRISE
Stewart berusia 47 ketika terpilih memerankan Picard dalam Star Trek: The Next Generation, serial televisi live-action pertama yang merupakan sempalan dari serial fiksi ilmiah perintis pada akhir 1960-an.
Ia praktis menggantikan posisi Kapten Kirk yang diperankan William Shatner dalam serial aslinya. Peran itu pun mengantarkan Stewart menuju ketenaran dan kesuksesan finansial.
Picard dikenal lewat sejumlah ungkapan khas, termasuk “Make it so!” Memoar Stewart yang terbit pada 2023 pun diberi judul Making It So.
Namun, kepindahannya ke Amerika Serikat pada 1987 awalnya disambut sinis oleh Los Angeles Times, yang meremehkannya sebagai “aktor Shakespeare asal Inggris yang tidak dikenal”.
Stewart kemudian mengaku tersinggung oleh anggapan bahwa ia “menurunkan kelasnya” dengan beralih ke televisi Amerika.
Ia pernah menyebut pengalaman dan reputasinya sebagai aktor Shakespeare “tak lain hanyalah persiapan untuk duduk di kursi kapten Enterprise”.
“WIBAWA DAN KEDALAMAN”
Stewart semakin mendapat pengakuan di layar lebar lewat sejumlah film X-Men, dimulai pada 2000 ketika ia memerankan Profesor Charles Xavier, pendiri sekaligus mentor kelompok pahlawan super mutan tersebut.
“Selama lebih dari 25 tahun, ia menghadirkan wibawa dan kedalaman dalam peran tersebut, memikat penggemar di seluruh dunia dan turut mengubah cara kisah pahlawan super dituturkan untuk selamanya,” kata Marvel Studios pada Kamis.
Hugh Jackman, lawan mainnya selama bertahun-tahun yang memerankan Wolverine, mengenang Stewart sebagai “salah satu aktor terhebat di panggung dan layar” sekaligus “sahabat dan pribadi yang luar biasa”.
Pada 2020 hingga 2023, Stewart kembali ke waralaba Star Trek dengan membintangi serial televisi Star Trek: Picard.
Ia empat kali masuk nominasi Emmy, tetapi tak pernah memenanginya.
Meski sukses di Hollywood, kecintaan Stewart pada teater, khususnya karya Shakespeare, tak pernah pudar.
Di sela-sela syuting, ia kembali ke panggung teater yang menjadi awal kariernya dan meraih dua penghargaan Olivier.
“Setelah menghabiskan begitu banyak waktu dalam hidup saya dengan dunia, gairah, dan gagasan Shakespeare di benak dan ucapan saya, ia terasa seperti seorang sahabat yang baru saja keluar ruangan untuk mengambil sebotol anggur lagi,” tuturnya.
Aktor peraih berbagai penghargaan itu juga memenangkan Grammy untuk kategori karya tutur lewat narasinya dalam Prokofiev: Peter And The Wolf.

Leave a Reply