HOTSPOT MENINGKAT SECARA NASIONAL

Penindakan tersebut berlangsung ketika pemerintah masih menghadapi ancaman karhutla di sejumlah wilayah.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP dan NOAA-20 menunjukkan, terdapat 674 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional pada Minggu (6/9) pukul 21.25 WIB. Angka itu meningkat dari 558 titik sehari sebelumnya.

Di enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan terbanyak dengan 243 titik, disusul Kalimantan Barat 138 titik. Sumatra Selatan mencatat 61 titik, Jambi 26 titik, Kalimantan Selatan 20 titik, dan Riau tujuh titik.

Meski demikian, perkembangan di Sumatra Selatan menunjukkan perbaikan. Jumlah hotspot di provinsi itu berkurang 59 titik atau sekitar 49 persen dalam sehari, sementara Riau juga mencatat penurunan. Sebaliknya, perkembangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat membuat kedua wilayah tersebut menjadi fokus penguatan patroli, pemeriksaan lapangan atau groundcheck, pemadaman dan pengendalian untuk mencegah api meluas.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang dideteksi satelit dan tidak otomatis berarti satu kejadian kebakaran. Satu kebakaran juga dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga indikasi tersebut perlu diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Asap dari karhutla juga masih menjadi perhatian. Pemantauan kualitas udara berbasis PM2,5 pada 6 September menunjukkan sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra berada pada kategori “tidak sehat” hingga “sangat tidak sehat”, bahkan sebagian area mencapai kategori “berbahaya”. Sebagian besar wilayah Indonesia lainnya berada dalam kategori baik hingga sedang.

Di Pontianak, BMKG mencatat jarak pandang sekitar dua kilometer pada malam 6 September dengan kondisi berasap, terendah di antara kota-kota yang dipantau di enam provinsi prioritas. Jarak pandang di Palangka Raya sekitar delapan kilometer, Banjarmasin sembilan kilometer, Palembang sedikitnya 10 kilometer, Jambi tujuh kilometer dan Pekanbaru sekitar delapan kilometer.



Source link