
loading…
Pasukan Israel melanjutkan operasi militer dan penggerebekan selama empat hari berturut-turut di kawasan Farsh al-Hawa, Hebron, Tepi Barat, Palestina, pada 26 Oktober 2026. Foto/Wisam Hashlamoun/Anadolu Agency
Pemerintah kota Hebron menyatakan 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah dipaksa mengungsi dari wilayah Deir Bahha dan Al-Jilda sejak kampanye militer Israel dimulai pada hari Jumat.
Di antara mereka yang mengungsi terdapat 336 bayi, 441 lansia, 216 wanita hamil dan menyusui, 44 penyandang disabilitas, serta 312 orang yang menderita penyakit kronis, menurut pernyataan tersebut.
Pemerintah kota menyebutkan angka-angka ini mencatat jumlah keluarga yang dipaksa keluar dari rumah mereka sejak dimulainya kampanye Israel, di tengah meningkatnya dampak kemanusiaan—terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan khusus.
Militer Israel telah menutup seluruh akses masuk ke Hebron dan desa-desa sekitarnya sejak hari Jumat, menyusul satu serangan penembakan yang menewaskan dua tentara Israel.
Rekaman Anadolu memperlihatkan warga Palestina dihentikan, digeledah, dan diperlakukan dengan buruk oleh pasukan Israel di pos pemeriksaan militer dekat Bundaran Al-Jilda.

Leave a Reply