BANDUNG: Kepolisian Daerah Jawa Barat meminta polisi dan masyarakat mengambil tindakan tegas atau melawan pelaku begal di tengah meningkatnya aksi kejahatan jalanan. Namun, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menegaskan perlawanan harus dilakukan secara terukur dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun cacat permanen.
Arahan tersebut dikeluarkan menyusul maraknya aksi begal di sejumlah wilayah Jawa Barat. Pipit memastikan kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan serta ketertiban.
Sejumlah kepolisian resor di Jawa Barat juga meningkatkan patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menekan angka kejahatan jalanan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan arahan Kapolda berlaku bagi aparat kepolisian maupun masyarakat yang menghadapi pelaku begal, dengan syarat tindakan yang dilakukan tetap proporsional.
“Perintah Pak Kapolda adalah tindak tegas terukur. Itu tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan tetap tegas dan terukur. Jangan sampai menimbulkan akibat yang fatal,” kata Hendra kepada Tempo, Selasa (21/7).
Menurut Hendra, tindakan tersebut tidak boleh sampai menyebabkan pelaku mengalami cacat permanen ataupun meninggal dunia. Bagi masyarakat, imbauan itu dimaksudkan sebagai langkah membela diri sambil menunggu petugas kepolisian tiba di lokasi.
PATROLI DITINGKATKAN DI TITIK RAWAN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal.
Langkah itu diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya kasus kejahatan jalanan.
“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi melalui akun Instagram resminya.
Dedi mengusulkan penempatan aparat bersenjata di titik-titik yang dinilai rawan kejahatan sebagai langkah pencegahan.
“Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui patroli di tingkat RT dan RW, terutama di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.
“Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan pihaknya akan meningkatkan patroli malam sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai maraknya kembali aksi begal di Kota Bandung.
“Kami dari Polrestabes Bandung menanggapi masukan dari warga Kota Bandung di mana aksi begal kembali marak di Kota Bandung, kami meningkatkan kegiatan patroli malam,” kata Dedi.

Leave a Reply