
loading…
Gempa tektonik berkekuatan M7,7 mengguncang Panama, pada 9 Oktober 2026 pukul 12.56 waktu setempat, atau 10 Oktober 2026 pukul 00.56 WIB. Foto: Ilustrasi/SindoNews
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan dengan magnitudo sebesar itu, gempa ini termasuk kategori gempa besar atau major earthquake. “Kedalaman hiposenternya yang relatif dangkal menyebabkan energi gelombang seismik berpotensi menghasilkan guncangan kuat di permukaan, terutama di wilayah yg berdekatan dengan zona rupture atau rekahan,” ungkap Daryono dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Baca juga: Presiden Mesir Kunjungi Indonesia, 9 Ruas Jalan di Jakarta Bakal Dilintasi Rombongan
Pelepasan Energi Tektonik Pada Sesar Geser
Daryono mengatakan secara seismotektonik, gempa ini berkaitan dengan aktivitas deformasi kerak bumi di kawasan tektonik kompleks Panama. Analisis mekanisme fokus menunjukkan dominasi mekanisme sesar geser (strike-slip fault), yaitu pergerakan dua blok batuan yang saling bergeser secara mendatar akibat akumulasi tegangan tektonik.
“Mekanisme tersebut menunjukkan bhw sumber gempa bukan sekadar getaran biasa, melainkan proses rupture atau rekahan atau pecahnya batuan di sepanjang bidang sesar yang melepaskan energi elastik dalam jumlah sangat besar,” ujarnya.

Leave a Reply