SURABAYA: Tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura memunculkan pertanyaan baru terkait aspek keselamatan kapal. Kepala Basarnas menyebut tim SAR belum menemukan sekoci maupun perahu penyelamat di sekitar kapal selama proses evakuasi, meski penyebabnya masih didalami.

KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (3/8). Hingga kini, insiden tersebut telah menewaskan lima orang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan tim SAR belum menemukan sekoci maupun kapal karet di sekitar lokasi kebakaran, termasuk di sisi kanan, kiri, depan, maupun belakang badan kapal.

“Iya, sementara tidak menemukan (sekoci di KMP Mutiara Sentosa II) itu, ya,” kata Syafii di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8).

Menurut Syafii, tim penyelamat juga belum dapat memasuki bagian dalam kapal karena kepulan asap masih cukup tebal.

“Kita masih belum bisa masuk karena memang asap masih tinggi dan sesuai ketentuan memang kita akan masuk di kapal apabila kondisi api sudah dinyatakan 100 persen tidak ada kemudian panas juga sudah dinyatakan aman untuk dimasuki,” ujarnya.

KAPAL BARU JALANI RAMP CHECK DUA BULAN LALU

Syafii mengatakan KMP Mutiara Sentosa II sebenarnya baru menjalani pemeriksaan ramp check sekitar dua bulan sebelum insiden.

Pemrintah kini menelusuri kembali hasil pemeriksaan tersebut untuk memastikan apakah seluruh persyaratan keselamatan telah dipenuhi.

Ramp check merupakan inspeksi berkala yang dilakukan marine inspector untuk memastikan kelaiklautan kapal. Pemeriksaan meliputi dokumen kapal, perlengkapan keselamatan, hingga kondisi fisik dan teknis kapal.

Dokumen yang diperiksa antara lain sertifikat keselamatan, surat ukur kapal, dokumen awak kapal, catatan pelayaran, serta standar operasional di atas kapal.

Selain itu, petugas juga memeriksa perlengkapan keselamatan jiwa, termasuk sekoci, jaket pelampung (life jacket), dan pelampung penolong (lifebuoy).

“Kapal yang mengalami kecelakaan ini terakhir dilaksanakan pemeriksaan ramp check pada saat bulan Juni. Nah, kita sedang memeriksa pemeriksaan itu, tapi kami yakinkan pemeriksaan itu rutin dan sesuai dengan SOP,” kata Syafii.

Ia menambahkan perkembangan penyelidikan akan terus disampaikan secara berkala seiring proses investigasi yang masih berlangsung.

“Nah, perkembangan informasi yang kita dapat akan kita dalami dengan proses penyidikan ya,” ujarnya.

Sementara itu, lima korban yang telah teridentifikasi adalah Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57), warga Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco (39), warga Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48), warga Agam, Sumatera Barat; serta Yedi Hendrawan (63), warga Kapuas, Kalimantan Tengah.



Source link