Dampak kekeringan mulai terlihat dari meningkatnya hari tanpa hujan di sejumlah daerah. BMKG mencatat, periode hari tanpa hujan terpanjang mencapai 80 hari terjadi di Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Hingga 29 Juli, BMKG juga mendeteksi 5.019 titik panas yang terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau, menandakan meningkatnya risiko karhutla menjelang puncak musim kemarau.
Menghadapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk memperkuat langkah mitigasi, mulai dari menjaga ketersediaan air hingga mencegah kebakaran hutan dan lahan. Instruksi itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka bersama sejumlah menteri dan Kepala BMKG pada akhir Juli.
MODIFIKASI CUACA
Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pemerintah mengedepankan pendekatan pencegahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Jadi ada dua, yaitu terkait dengan ketersediaan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca,” kata Faisal.
BMKG menetapkan sedikitnya enam provinsi sebagai prioritas operasi modifikasi cuaca untuk mencegah karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar, serta diperluas secara situasional ke Kepulauan Riau dan Aceh.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menuturkan, operasi penyemaian awan kini berlangsung di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Pekanbaru, dan Bandung, dengan dukungan BNPB serta Kementerian Kehutanan.
“Penyemaian awan melalui OMC merupakan upaya komplementer untuk mengoptimalkan potensi hujan alami sebelum kekeringan parah terjadi. Namun, ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan pelaksanaan OMC, pemadaman titik api secara langsung di darat menjadi tumpuan utama,” kata Seto.

Leave a Reply