KRONOLOGI MENURUT KORBAN

Dalam konferensi pers pada Minggu (13/9), ANW turut membeberkan versinya mengenai kejadian yang berujung pada laporan tersebut. Menurut keterangannya, peristiwa bermula ketika ia datang bersama temannya ke salah satu kelab di kawasan SCBD sekitar pukul 02.00 WIB pada 12 September 2026.

“Jadi, waktu tanggal 12 itu, saya datang di salah satu kelab yang ada di SCBD sekitar jam 2 bersama teman saya. Dan ada satu lagi… kita datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman,” ujar ANW dengan suara sedikit menangis.

Ketika berada di kelab, ANW mengaku didatangi seorang staf yang menawarkan dirinya dan teman-temannya untuk bergabung dan meramaikan sebuah ruangan yang disebut sebagai room milik BP.

“Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari kelab tersebut yang bilang, ‘Mau enggak kak ngeramein room-nya si BP ini?'” kata ANW.

ANW mengatakan, dirinya tidak memiliki kecurigaan ketika menerima tawaran tersebut. “Aku enggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain,” tuturnya.

Menurut ANW, mereka awalnya dilayani seorang pelayan perempuan sebelum kemudian dialihkan kepada staf laki-laki. Ia mengklaim staf tersebut telah meyakinkan mereka bahwa kondisi di dalam ruangan aman.

“Awal-awal si waitress ini take over ke temennya satu lagi, cowok juga. Dan si temennya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, enggak akan kenapa-napa,” ujar ANW.

Setelah minuman dibagikan, pelayan itu disebut meninggalkan ruangan. ANW kemudian keluar untuk mengambil telepon selulernya yang berada di sofa di luar room.

Handphone saya ada di sofa, yang mana itu ada di luar room. Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, temen saya enggak ada, dan setelah saya tanya, temen saya ternyata di toilet,” katanya.

ANW lalu kembali duduk di sofa dan berada di samping Betrand. “Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya,” ujar ANW.

Saat itu, ANW mengaku belum menaruh kecurigaan. Ia mengira Betrand hendak mengajaknya mencari temannya yang berada cukup lama di toilet. “Saya enggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia ngajak saya untuk ngecek temen saya di toilet, kenapa lama sekali,” katanya.



Source link