Ini bukan sekadar konser musik. Ada unsur dance, teater, bahkan komedi, karena para penggemar lama memahami candaan-candaan internal saat para personel saling bercanda di atas panggung.
Pengalaman itu berbeda dibanding menonton musisi lain dari era yang sama. Dalam dua tahun terakhir, aku sudah menonton konser Oasis, Go West, Nik Kershaw, dan Bryan Adams. Mereka semua musisi luar biasa, tetapi sebagian besar hanya berdiri di atas panggung dan bernyanyi.
Konser boy band bukan hanya tentang musik yang enak didengar atau nostalgia. Konser ini juga menjadi perayaan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, kenangan memilih personel favorit, membolak-balik majalah demi mencari wawancara terbaru, hingga merekam penampilan mereka di televisi menggunakan pemutar kaset video milik orang tua kita.
Kang dari Mode Entertainment mengatakan bahwa boy band memiliki daya tarik yang unik.
“Tidak seperti band rock yang sorotannya biasanya hanya tertuju pada vokalis utama, setiap personel boy band memiliki penggemarnya masing-masing,” ujarnya.
“Penggemar hafal nama setiap personel beserta karakter khas mereka. Selain itu, boy band juga membawa energi ‘awet muda’ yang luar biasa,” lanjut Kang.
“Melihat mereka kembali membawakan koreografi dan serenade yang sama puluhan tahun kemudian membuat penonton seolah kembali ke masa lalu dan merasakan lagi rasanya menjadi remaja,” tuturnya.
Berbagai boy band ini juga merupakan pelopor bagi banyak grup K-pop yang hadir saat ini. Fakta bahwa mereka masih mampu menjalani tur dengan sukses menjadi bukti panjangnya umur karier mereka.
Sebagian dari mereka bahkan masih merilis musik baru hingga sekarang, meski tingkat kesuksesannya berbeda-beda.

Leave a Reply