PENINGKATAN ANGGARAN
Prabowo mengusulkan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun pada 2027, naik 3,9 persen dari proyeksi belanja tahun ini.
Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun tahun depan, naik 6,8 persen dari perkiraan tahun ini. Defisit anggaran yang diusulkan merupakan yang terkecil sejak 2024 dan turun dari proyeksi defisit 2026 sebesar 2,85 persen terhadap PDB.
Undang-undang Indonesia membatasi defisit anggaran pemerintah setiap tahun maksimal 3 persen terhadap PDB.
Angka-angka tersebut didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, dengan inflasi diperkirakan 2,5 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp17.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN 10 tahun rata-rata 6,9 persen.
Tahun ini, target resmi pertumbuhan ekonomi pemerintah adalah 5,4 persen. Namun, dalam pidato sebelumnya pada Jumat, Prabowo mengatakan ia yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 6 persen.
Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada akhir masa jabatannya sebagai presiden pada 2029. Ekonomi tumbuh 5,3 persen pada kuartal kedua tahun ini.
Inflasi pada Juli tercatat 2,88 persen, masih dalam kisaran sasaran bank sentral, berkat subsidi bahan bakar pemerintah.
Agenda ekonomi dan kebijakan fiskal Prabowo menjadi sorotan investor sejak ia menjabat pada Oktober 2024, terutama setelah pemerintah meningkatkan anggaran subsidi bahan bakar tahun ini menyusul lonjakan harga minyak mentah global.
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana program-program unggulan pemerintah yang membutuhkan biaya besar akan dibiayai.
Agenda fiskal Prabowo juga menghadapi tantangan akibat pelemahan rupiah dan arus keluar modal dalam jumlah besar, yang dipicu kekhawatiran mengenai kesehatan fiskal Indonesia, independensi bank sentral, masalah transparansi di pasar saham, serta kebijakannya yang kontroversial untuk memusatkan ekspor komoditas.

Leave a Reply