SHANGHAI: Peringatan Presiden China Xi Jinping agar dunia tidak menciptakan “ketidakadilan sejarah baru” dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) merupakan pesan bahwa revolusi teknologi berikutnya tidak boleh mengulangi pola ketimpangan yang terjadi pada masa lalu, kata para analis.
Menurut mereka, ketidakadilan tersebut akan terjadi apabila negara-negara berkembang kembali hanya menjadi pemasok data, sumber daya alam, dan tenaga kerja, sementara negara lain menikmati kekayaan, pengaruh, dan manfaat ekonomi yang dihasilkan AI. Kesenjangan seperti itu, menurut para analis, mulai terbentuk.
Xi menyampaikan peringatan tersebut pada 17 Juli dalam pidato utamanya di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai. Itu merupakan pidato utama pertamanya di ajang tersebut, sekaligus menjadi kesempatan baginya memaparkan visi China sebagai salah satu pengelola tata kelola AI global.
Para analis mengatakan, pesan Xi di WAIC memiliki dua tujuan sekaligus: menampilkan China sebagai pendukung tatanan AI yang inklusif, sekaligus mengirim sinyal bahwa Beijing tidak berniat tertinggal lagi dalam transisi teknologi besar berikutnya.
“(Pesannya Adalah) Saya tidak ingin hanya menjadi pengikut, saya ingin menjadi pemimpin,” kata George Chen, Partner dan Chair of Digital Practice di perusahaan konsultan kebijakan The Asia Group, mengomentari pidato Xi.
Menurut Chen, Xi menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang “sangat diplomatis”.
Namun, para pengamat juga mengingatkan bahwa China masih menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari keraguan mengenai keberlanjutan pendekatan open-source yang diusungnya hingga memastikan langkah tersebut tidak justru menciptakan bentuk-bentuk ketergantungan baru.
KETIDAKADILAN APA YANG DIMAKSUD XI?
WAIC edisi kesembilan berlangsung selama empat hari dan diikuti 1.117 perusahaan peserta pameran, lebih dari 4.400 produk yang dipamerkan, serta dikunjungi lebih dari 400.000 orang. Menurut panitia dan media pemerintah China, acara itu juga dihadiri delegasi dari 102 negara dan organisasi internasional.

Leave a Reply