DENPASAR: Bali bersiap menghadirkan moda transportasi massal baru berupa trem yang akan menghubungkan Kuta dengan Canggu di Kabupaten Badung. Proyek ini direncanakan dibangun dan dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Rencana tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan pariwisata Bali.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan pengembangan trem menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik berbasis rel di Pulau Dewata. Menurutnya, konektivitas antarkawasan akan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan perluasan jalan raya.
“Untuk Bali ini, di samping tol, yang prioritas adalah membangun konektivitas kereta api antarkota karena ini jauh akan lebih efektif. Sehingga, orang yang dari mana saja, mau kerja di Badung atau Denpasar, tinggal di Denpasar, yang penting komuter,” kata Adi Arnawa saat bertemu direksi PT KAI, dikutip detikBali, Rabu (5/8).
Trem merupakan moda transportasi berbasis rel yang beroperasi di kawasan perkotaan. Berbeda dengan kereta api konvensional, rel trem umumnya dipasang sejajar dengan permukaan jalan sehingga dapat terintegrasi dengan jaringan jalan perkotaan.
JALUR TREM DIBANGUN DI KORIDOR JALAN BARU
Untuk mendukung operasional trem, Pemerintah Kabupaten Badung telah menyiapkan pembangunan jalan baru dengan lebar mencapai 24 meter.
Koridor tersebut akan dibagi untuk median jalan, trotoar, jalur rel trem, serta memenuhi ketentuan Garis Sempadan Bangunan (GSB).
“Kalau kita membuat moda transportasi publik tanpa membuat jalur khusus itu gagal. Pembelajaran saya, kalau ini sudah jadi jalan 24 meter saya ambil median 1 meter, lalu 2 meter kiri-kanan untuk trotoar, dan GSB berlaku lagi 3 meter,” ujar Adi.
Ia juga menilai pembangunan infrastruktur berbasis rel akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata karena memperkuat konektivitas antara kawasan yang sudah berkembang dengan daerah di sekitarnya.
“Satu daerah itu akan berkembang ketika ada konektivitas dengan daerah yang sudah berkembang, itu rumus. Bayangkan seorang yang dari Klungkung, dia bisa tinggal di Klungkung, uang yang didapat di Denpasar belanjanya di Klungkung sehingga ekonominya berjalan,” terangnya.
Selain jalur khusus trem, Pemkab Badung juga menyiapkan konsep park and ride melalui pembangunan stasiun terpadu di kawasan strategis.
Salah satu lokasi yang disiapkan berada di Central Parkir Kuta dengan luas sekitar satu hektare.
Wisatawan maupun masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi nantinya diarahkan memarkir kendaraannya di lokasi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan trem menuju kawasan tujuan.
Konsep tersebut juga diharapkan dapat mengurangi parkir di bahu jalan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan wisata.

Leave a Reply